Hari ini ngga terawih, dikarenakan masih cape baru perjalanan jauh.
Seseorang dari masa lampau, sempat menjemput dan mentraktir makan.
Seperti tak ada lagi garis kekakuan seperti dulu,,
senyumnya masih sama, tawanya juga.
Saat ini kita memang masih sama-sama sendiri..
Tapi dipastikan bukan untuk membuka harapan lagi.
Bersepakat untuk jadi orang yang baru, memulai dari nol..
Dia yang baru selesai dengan perempuannya, dan aku yang mungkin baru akan mulai dengan yang lain.
Bukankah hubungan baik tidak dilarang..
Baiklah kalau begitu,,aku senang bisa bertemu lagi.
Terimakasih untuk yang tadi.
Selamat tersublim di Phantasmagoria. Ada yang bisa saya bantu? Tentu saja saya hanya berbasa-basi. Silahkan urusi diri sendiri.
Showing posts with label Untuk seseorang. Show all posts
Showing posts with label Untuk seseorang. Show all posts
8.23.2010
sampai jumpa!
Saya memutuskan untuk berhenti.
Untuk mundur, tapi bukan menyerah,
Atau kalah.
Biar lain waktu saja meneruskan
semoga jejaknya belum terhapus, sehingga bisa tetap jadi pijakan.
Semoga keanehan ini tetap keras kepala.
Sama batunya dengan si empunya.
Sampai jumpa di jam yang sama, dan tanggal berbeda.
Sendiri memang merisaukan, kalau mengutip teman berkata.
Ejekan yang sadis, tapi bisa buat saya tersenyum.
Tak apa sendiri dulu,
Begini mungkin lebih baik untuk saat ini.
Untuk rasa yang tertinggal, saya tak berusaha untuk menghapusnya.
Biar saja disapu ombak malam, atau diselimuti lumut yang lembab.
Nanti kalau weker alarm berbunyi lagi, baru saya akan bangun.
Saya pasti beri senyum terbaik yang saya punya.
Kita beri sang waktu kesempatan untuk melompat
Sampai jumpa, dageraad.
Untuk mundur, tapi bukan menyerah,
Atau kalah.
Biar lain waktu saja meneruskan
semoga jejaknya belum terhapus, sehingga bisa tetap jadi pijakan.
Semoga keanehan ini tetap keras kepala.
Sama batunya dengan si empunya.
Sampai jumpa di jam yang sama, dan tanggal berbeda.
Sendiri memang merisaukan, kalau mengutip teman berkata.
Ejekan yang sadis, tapi bisa buat saya tersenyum.
Tak apa sendiri dulu,
Begini mungkin lebih baik untuk saat ini.
Untuk rasa yang tertinggal, saya tak berusaha untuk menghapusnya.
Biar saja disapu ombak malam, atau diselimuti lumut yang lembab.
Nanti kalau weker alarm berbunyi lagi, baru saya akan bangun.
Saya pasti beri senyum terbaik yang saya punya.
Kita beri sang waktu kesempatan untuk melompat
Sampai jumpa, dageraad.
Kopinya capuccino.
Seperti ketika aku bilang dan merasakan,
aku mencintai hujan.
Padahal untuk rasa yang tak tersampaikan, kau tahu, kau dengar, dan kau mengerti.
Dari setiap huruf yang kau ketik disini, di dimensi 2 yang datar, seolah aku menyentuh dari ujung jari disini sampai disana, keypad tempat jarimu mengucap..
Ku baca tak cukup 2x, kusimpan difolder khusus.
Folder namamu dan folder di bilik lain.
Seperti ketika aku bilang, aku suka kopi.
Dari kopi perbincangan tersambung, dari kopi terburailah endapan rasa.
Tentang laranganmu,
tentang janjimu,
teraduk pada segelas kopi.
Waktu itu, kopinya capuccino.
Hey, mataku tetap nanar menatap sosokmu yang biasa duduk disitu
Gelisah jika tak ku tangkap, baik oleh mataku atau telingaku.
Dari 3 huruf ditambah tanda seru,
ada senyum yang terekah disini.
Kau, yang memang tak akan tergapai, tapi kau sama dengan hujanku dan kopiku.
Sampai jumpa pada pertemuan dan perbincangan selanjutnya.
'dikantin fdk : "gw traktir kopi ya!"
aku mencintai hujan.
Padahal untuk rasa yang tak tersampaikan, kau tahu, kau dengar, dan kau mengerti.
Dari setiap huruf yang kau ketik disini, di dimensi 2 yang datar, seolah aku menyentuh dari ujung jari disini sampai disana, keypad tempat jarimu mengucap..
Ku baca tak cukup 2x, kusimpan difolder khusus.
Folder namamu dan folder di bilik lain.
Seperti ketika aku bilang, aku suka kopi.
Dari kopi perbincangan tersambung, dari kopi terburailah endapan rasa.
Tentang laranganmu,
tentang janjimu,
teraduk pada segelas kopi.
Waktu itu, kopinya capuccino.
Hey, mataku tetap nanar menatap sosokmu yang biasa duduk disitu
Gelisah jika tak ku tangkap, baik oleh mataku atau telingaku.
Dari 3 huruf ditambah tanda seru,
ada senyum yang terekah disini.
Kau, yang memang tak akan tergapai, tapi kau sama dengan hujanku dan kopiku.
Sampai jumpa pada pertemuan dan perbincangan selanjutnya.
'dikantin fdk : "gw traktir kopi ya!"
Subscribe to:
Posts (Atom)